Ekonomi koperasi Indonesia di era Reformasi

 

 

Sistem Perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksi. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.

Perkembangan sistem ekonomi Indonesia diantaranya:

  • Sistem Demokrasi Indonesia (Orde baru)
  • Sistem Ekonomi Kerakyatan (Reformasi) yang dilakukan sampai sekarang

Yang akan dibahas disini adalah tentang sistem ekonomi Indonesia di era Reformasi, Sistem ekonomi kerakyatan adalah dimana masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha yang menurut saya semua itu belum tercapai karena pada kenyataannya pertumbuhan perekonomian Indonesia belum cukup maju. Ekonomi kerakyatan itu sendiri adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat. Dimana rakyat sebagai pelaku kegiatan ekonomi dalam mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) biasanya meliputi sektor pertanian, peternakan, kuliner, kerajinan dsb yang tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya serta keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lain. Pada dasarnya koperasi berhubungan erat dengan ekonomi kerakyatan karena Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan (UU no.25/1992).  Menurut bapak koperasi Indonesia Drs.Moh Hatta, Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Semangat tolong menolong itu di dorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat seorang”. Yang dapat disimpulkan bahwa, Koperasi sebagai lembaga ekonomi itu merupakan badan usaha, mampu menghasilkan keuntungan dan pengembangan organisasi dalam suatu usaha.

cr: www.slideshare.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s